Galaunya menjadi Mahasiswa Tingkat Akhir

pulsa gratis

Lulus SMA memang sangat menyenangkan. Semua mencorat-coret seragam dengan warna warni, seakan-akan perjuangan keras mereka telah usai. Hiks, kita dulu juga terbuai suasana. Adik-adik, ternyata perjuangan masih panjang. Kuliah itu jauh lebih galau dan berat, terutama ketika kita telah memasuki semester akhir dan mengambil mata kuliah terakhir yaitu skripsi. Di tambah lagi jika kalian berkuliah di universitas yang agak jauh sehingga mengharuskan untuk tinggal di kos-kosan. Kalian akan sangat menghargai semua yang ujungnya “gratis”, seperti “pulsa gratis“, “jajanan gratis”, “buku gratis”, dan sebagainya.

Memang benar, menjadi mahasiswa tingkat akhir sungguh tidak mudah. Kita harus menghadapi jadwal bimbingan yang sifatnya tarik-ulur luar biasa. Terutama ketika dosen pembimbing yang seperti “artis” atau yang sangat susah ditemui. Belum lagi revisi yang tiada akhira, hingga persiapan sidang yang panjang, dan lain sebagainya.  Di tengah perjuangan menyusun skripsi ini, banyak pula kejadian atau orang di sekitar kita yang menambah kegalauan dan penderitaan kita, seperti :

Ada yang nanya “skripsi sudah sampai bab berapa?”, mendingan dijawab atau ditimpuk?

pulsa gratis

Ketika pulang ke rumah untuk silahturahmi dan bertemu keluarga, ini pertanyaan yang tidak akan bisa terelakkan, “Oh sedang skripsi ya? Sudah bab berapa?”. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, pasti kalian mengerti betapa menyebalkan dan jahatnya pertanyaan ini. Apa lagi jika ditambah dengan komentar “Oh masih skripsi? Gila lama banget nggak kelar-kelar!” Tapi guys, jika dipikir-pikir lagi ya, adanya pertanyaan menyebalkan tersebut juga menyulut semangat untuk cepat-cepat menyelesaikan skripsi loh. Meskipun sulit, cobalah untuk berpikir positif.

Teman-teman seangkatan, kalian lenyap ke mana?

pulsa gratis

Satu per satu, teman-teman seangkatan akan mulai menghilang dari kampus. Mereka sudah sibuk dan fokus dengan skripsi masing-masing dan hanya ke kampus sesuai dengan jadwal dosen pembimbing masing-masing. Waktu untuk nongkrong bareng seperti dulu pun akan semakin jarang terjadi. Itulah kenapa mahasiswa tingkat akhir lebih sering terlihat sendirian dibanding bergerombol. Kemudian tidak lama akan mulai terdengar satu per satu teman seangkatan maju sidang dan lulus, sehingga semakin jarang lagi bertemu. Jangan patah semangat ya, jadikan itu untuk memacu motivasi lagi untuk segera menyusul mereka untuk sidang dan lulus!

Kerja sambil skripsi, atau fokus skripsi saja?

pulsa gratis

Banyak mahasiswa tingkat akhir yang memanfaatkan waktu kosong mereka dengan kerja atau usaha sambilan. Lumayan juga untuk menambah jajan, bayar kosan, beli pulsa dan quota, dan sebagainya. Namun banyak juga mahasiswa akhir yang akhirnya tidak melanjutkan skripsi mereka karena terlalu fokus di pekerjaan dan usaha mereka. Akhirnya, skripsi tidak pernah selesai, gelar akhirnya tidak diperoleh, dan mengecewakan orangtua. Maka itu perlu lebih hati-hati dan bijaksana dalam membagi waktu dan fokus. Meskipun kerja dan usaha lebih menarik karena menghasilkan uang dan menambah kemandirian, tetapi tugas utama sebagai mahasiwa jangan sampai terbengkalai.

Jika memang mau bekerja sambil skripsi, tidak ada salahnya juga. Banyak pengusaha sukses yang mulai dari ketika mereka di bangku kuliah. Jika kalian sedang bingung mencari pekerjaan, bisa coba menyimak review lapangan kerja di sini. Jika kalian mau dapat pemasukan dengan cara paling simpel, bisa coba simak di sini.

Lanjut ngekos atau pindah balik bareng ortu?

pulsa gratis

Biasanya mahasiswa tingkat akhir sudah jarang menghabiskan waktu di kampus. Sebagian masih beraktifitas atau nongkrong di UKM atau komunitas kampus, namun sebagian biasanya hanya ke kampus untuk keperluan bimbingan skripsi atau urusan administrasi saja. Oleh karena sekarang lebih banyak duduk di kos-kosan untuk menyusun skripsi atau membaca jurnal, terkadang orangtua menawarkan untuk kembali tinggal di rumah saja. Alasannya tidak lain adalah karena ekonomi.

Dengan pulang tinggal di rumah, tentu kita tidak perlu mengeluarkan jutaan rupiah tiap bulannya untuk bayar kos-kosan, plus makanan terjamin (sudah pasti tidak akan kekurangan gizi), dan uang untuk printing dan beli buku bisa minta langsung sama orangtua. Namun beberapa mahasiswa perantau yang rumahnya nun jauh di sana atau beberapa yang memilih untuk tetap tinggal di kos-kosan, memang perjuangannya sungguh keras untuk berhemat dan tetap survive. Ditambah jika terkadang ortu lupa mengirimkan uang atau ketika ekonomi lagi susah, terpaksa deh kita harus sambil-sambil mencari jajan tambahan dari usaha atau kerja sambilan ini itu. Jika sedang seret begini, kamu pas banget deh buat main Excite Point! Dengan mengerjakan misi-misinya yang simpel banget, misalnya download, nulis review, atau daftar doang, kamu akan mendapat point yang bisa ditukarkan ke pulsa gratis, voucher, gadget, dan berbagai hadiah gratis lainnya. Pas banget kan?! Yuk KE SINI!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s