Pilih IOS atau Android, Ya??

Galau mau beli Smartphone dengan sistem operasi IOS atau Android? Keduanya memang saat ini menjadi dua sistem operasi yang paling banyak diminati, khususnya di kalangan anak muda. Dua-duanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ulasan perbandingan singkat mengenai IOS dan Android. Semoga ulasan ini bisa membantu dalam menemukan Smartphone yang tepat untuk kamu.

1.) Open Source VS Closed Source

Perbedaan yang paling mendasar dari IOS dan Android adalah bahwa keduanya memiliki sifat pengembangan sistem yang berbeda. IOS bersifat closed source yang berarti pengguna Smartphone berbasis IOS tidak dapat mengutak-atik ‘daleman’ IOS. Sementara Android memiliki sifat open source, dimana pengguna Android dapat dengan sesuka hati mengutak-atik software Android mereka sesuai kebutuhan. Namun umumnya hanya beberapa orang saja yang memahai ‘daleman’ software Android.

2.) Baterai dan Memori Tanam VS Custom

Sudah menjadi rahasia umum jika pengguna IOS tidak dapat meng-upgrade memori mereka dan mengganti baterai pada iPhone mereka. Harga iPhone dalam satu seri yang sama pun dapat beragam sesuai dengan kapasitas memorinya. Semakin besar kapasitas memorinya, maka semakin mahal harga iPhone tersebut meskipun masih dalam seri iPhone yang sama. Penggantian baterai iPhone pun hanya bisa dilakukan oleh ahli reparasi yang membutuhkan keterampilan tinggi, karena baterai iPhone tertanam di dalamnya. Lain halnya dengan Android, yang sangat terbuka baik dalam sisi kustomisasi software hingga hardware seperti memori dan baterai. Pengguna Android dapat menambah kapasitas memori mereka dengan membeli memory card berkapasitas sesuai kebutuhan mereka.

3.) Retina VS AMOLED

Jika kamu bertanya-tanya layar manakah di antara IOS dan Android yang terbaik, maka sebelumnya kamu harus mengetahui dulu perbedaan antara AMOLED (Active Matrix Organic Light Emitting Dioda) dan Retina Display. Komposisi aktual dari masing-masing pixel IOS maupun Android lah yang membedakan keduanya. Retina menggunakan teknologi LCD sementara AMOLED menggunakan LED diskrit untuk setiap pixel di layarnya. Hal ini membuat layar Android menghasilkan cahaya sendiri dan tidak memerlukan backlight seperti Retina pada IOS.

Untuk kamera, pada IOS di saat terang dapat menghasilkan white balance, exposure, dan detil yang sempurna. Belum lagi IOS yang tanggap dengan auto-focus dan optical image stabilization-nya pada fitur video pada IOS yang jauh dari kata buruk. Namun, kelemahan Retina Display nampak pada kondisi cahaya yang temaram. Kamera iPhone selalu menciptakan foto yang buruk dalam cahaya redup. Hasil foto akan dipenuhi oleh noise, atau jika memaksa menggunakan flash, hasilnya pun akan terlihat berkabut dan ghosting.

Nah bagaimana? Sudah mendapat gambaran mau beli Smartphone yang mana? Semua berbalik kepada kebutuhan dan preferensi masing-masing. Sesuaikan kebutuhanmu dengan fitur-fitur yang tersedia di masing-masing Smartphone. Nah, jika kamu pengguna Android nih, jangan lupa melakukan download aplikasi Android di Excite Point yah! Setiap download yang kamu lakukan, kamu akan mendapatkan point yang nantinya bisa ditukar dengan pulsa gratis, voucher, dan hadiah gratis lainnya. Selain download, kamu yang pengguna IOS juga bisa melakukan misi review (bisa dapat point berulang setiap review), atau daftar, dan lainnya. Tunggu apa lagi? Yuk buruan ke Excite Point dan dapatkan pulsa gratis dan hadiah-hadiah gratisan lainnya dengan aksi sederhana!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s